Berita 02 Nov 2026 22 Dilihat

Sinergi Pemberdayaan Masyarakat: Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) & Pengolahan Kompos Organik Limbah Ternak Kambing Bersama Dosen Fapet UNSOED

Website Resmi Desa Kalibagor

Sinergi Pemberdayaan Masyarakat: Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) & Pengolahan Kompos Organik Limbah Ternak Kambing Bersama Dosen Fapet UNSOED

Kalibagor.desa.id (30/10/26), – Komitmen nyata dalam menggerakkan kemandirian ekonomi dan produktivitas warga kembali diwujudkan melalui kegiatan tindak lanjut dari program Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) yang diadakan oleh Pemerintah Desa Kalibagor dengan menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2026. Berlokasi di kawasan strategis dan integratif yaitu area perkebunan kelengkeng dan peternakan kambing (Kelompok Tani Mugi Rahayu), kegiatan ini menjadi pusat edukasi ramah lingkungan yang mengoptimalkan potensi lokal desa.

Pelatihan ini dihadiri secara langsung oleh Kepala Desa, jajaran perangkat desa, serta puluhan peserta antusias yang terdiri dari anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kelompok tani setempat. Kehadiran unsur pimpinan desa menegaskan dukungan penuh terhadap program pembangunan desa berkelanjutan berbasis pertanian terpadu.

Menghadirkan Pakar Peternakan UNSOED Berkaliber Internasional

Guna menjamin mutu dan ketepatan metode, pelatihan ini menghadirkan narasumber utama yang sangat kompeten di bidangnya, yakni Dr. Ir. Agustinah Setyaningrum, M.P., IPU., ASEAN Eng., yang merupakan Dosen Tetap Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber membagikan ilmu mendalam mengenai strategi pengolahan limbah kotoran kambing agar bernutrisi tinggi dan aman bagi tanaman. Para peserta juga dibekali dengan modul digital berupa file PDF yang komprehensif dengan judul PEMBUATAN KOMPOS UNGGUL SECARA CEPAT MENGGUNAKAN AKTIVATOR BIOKULTURMIX, sehingga dapat dipelajari kembali dan diaplikasikan secara berkelanjutan dalam skala rumah tangga maupun kelompok.

Praktik Nyata: Pengolahan Limbah Menjadi Kompos Sempurna

Tidak sekadar teori, rangkaian acara dilanjutkan dengan praktik langsung pengolahan limbah peternakan kambing di area kandang dan perkebunan. Melalui bimbingan intensif dari narasumber, proses pembuatan pupuk organik ini berhasil dilakukan dan menghasilkan produk kompos yang sempurna.

Pupuk kompos yang dihasilkan memiliki karakteristik fisik dan kimiawi yang ideal: bertekstur gembur, matang secara fermentasi, tidak berbau menyengat, serta memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro yang sangat dibutuhkan untuk menyuburkan tanaman hortikultura—terutama mendongkrak produktivitas kawasan perkebunan kelengkeng setempat.

Prospek dan Harapan ke Depan

Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat ini, diharapkan KWT serta kelompok tani mampu mandiri dalam penyediaan pupuk organik berkualitas tinggi yang hemat biaya. Selain mampu mereduksi pencemaran lingkungan dari limbah peternakan, inovasi ini diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa secara berkelanjutan.



Tulis Komentar